Sabtu, 20 Juni 2015

Untuk mas dhani dan mas anang

KAYA

Semuanya hanya terletak di telapak tangan
Tidak tergenggam...Tidak bisa digenggam
Semuanya hanya diletakkan

Pertanda semuanya kembali kepadaNya
Pertanda MengenaliNya
Jalan mengenal diri
Jalan mengenali dosa

Kaya.....
Akan Ilmu .....tersimpan didada
Tampak dalam tangisan
Kerinduan pada Allah

Kaya.....
Akan hati...
Terlihat dalam keihklasan
Selalu terpancar dalam setiap permintaan hati
BUKTI kekayaan diri

Untuk Mas dhani dan Mas anang

SASAK TINGGI


Berlari..meraih ...mencoba mengejar mimpi
Bersemangat...bersedih....letih...dahaga akan nafsu
Bercinta...berbayang-bayangkan masa lalu
Berdua...bersemukan janji

Melintasi kalbu...jiwa seorang wanita
Meratap...menangisi....sebuah takdir hidup
Ketika nurani berselimutkan asa
Dan berhalimunkan jalan kehidupan

Mencoba memecah berbatu prasangka
Melihat hati bagai seorang penjaja
Menilai jasad bagai binatang
Menunjuk pada hitam kelam masa lalu

Sasak tinggi....memang tinggi
Tidak akan teraih dengan jiwa yang bersih
Tidak akan tercapai tanpa ada nafsu
Tidak akan ternilai hanya dengan pembuktian waktu

Untuk Papa Yusril untuk Lagu

NADZAR

Apakah salah menjadi buta?
Apakah salah menjadi tuli?
Apakah salah menjadi bisu?
Apakah salah menjadi cacat?

Ia adalah janjiku
Ia adalah jiwaku
Ia adalah Nadzarku
Ia adalah Suamiku

Ingatkan aku
Saatku lelahi tidurku
Saatku lengah
Saatku terjatuh

Bangunkan aku....
Dari tidurku
Dari lamunanku
Dari Impianku


IKTIKAF HATIKU di BULAN RAMADHAN

Kuhadapkan doa dan dosaku pada Kiblat
Kusujudkan niatku untuk nadzarku
Kutengadahkan tangan untuk pintaku
Kuangkat tanganku untuk sebuah asa

Astagfirullahhaladzim
Audzubillahhiminassyaithannirrojim
Bismillahhirohmannirrohhim
(Niat puasa di Bulan Ramadhan)

Kusiapkan diri menantang maut
Kurelakuan diri untuk menghadap kematian
Kupasrahkan segalanya untuk hitungan amalku
Kuserahkan anggota badanku untuk dihisab

Sejenak ku berhenti
Hanya untuk mengingat hari Kiamat
Sejenak ku terhenti
Hanya untuk merasakan indahnya dunia

Untuk Papa Yusril Ichza Mahendra dari Mungki atau sebaliknya tergantung keadaan

PEREMPUANKU

Didalam pelukku
Didalam tangisku
Didalam desahan nafasku
dan didalam aliran darahku

Merapatlah padaku
Mendekatlah dalam cintaku
Ingatlah aku
Cintai aku
Percayai aku

Dalam segala keresahanmu
Menanti datangnya sebuah kepastian
Dalam segala kesepianku
Menunggu dekatmya jarak antaraaku dan  perempuanku 

Tunggu aku disitu 
Membawa cintaku
Tunggu aku selalu dhatimu
Mendekatlah dalam kepasrahanmu
Menunduklah disaat aku menginginkanmu



Untuk semuanya Lagu Mars Satu Kesatuan (1st)

PAHLAWAN DEVISA

Besarnya Kuasa Allah 
Tingginya Ciptaan Allah
Saat aku melihatmu
Dalam mimpiku

Gagahnya  Dia berdiri disamping Sang Kuasa
Melibas semua keangkaramurkaan
Tumpas habis ...lumat bersih
Rawe-rawe rantas 
Malang-malang tuntas tanpamu
Kiri adalah kiri....BUKAN KIBLATKU

GARUDA SAKTI lambang keperdulian
Kesetiaan dan kebanggan Negara Indonesia terhadap Pahlawan Devisa
Yang datang dan pergi
Membawa nama JIHAD untuk kepentingan Negara dan Agamaku

Hiduplah Pahlawan Devisa
Kuatlah Pahlawan Jihad
Berdirilah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Bersatulah Rakyat Indonesia


Nb:
semuanya untuk Puisi atau lirik,kalo mau ada yang ditambah..GPP kok Mas dhani dan Mas anang

Kamis, 11 Juni 2015

Kelanjutan hal2x untuk Bapak Tantri Abeng dan Ko Halim Woentono

Assalammu'alaikum wr wb.

Bagi saya,jaminan keuangan bisa jadi BUKAN Asuransi dan Pembayaran untuk Pembuatan Dokumen yang berkenaan dan berkaitan dengan Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri,tetapi DIHARAPKAN lebih daripada hal itu.

Bisa juga untuk Pembayaran Iuran bulanan anggota dll BONUS dari hasil Franchise Bussiness ataupun BPJS yang menguruskan Jaminan Kesehatan dari seluruh TKI di Luar Negara. 
Yang pada saat yang dulu,juga sudah Saya perkenalkan Program saya pada Universitas Muhammadiyah,tepatnya  di D3 Kebidanan. Dan pada saat itu,saya berkata bahwa sesungguhnya TKI adalah Ekspratriat TIDAK BERDUIT. Untuk Pembiayaan Perawatan kesehatan atau Penyembuhannya membutuhkan Biaya Tinggi Sekali. 
Pernah juga Saya BUKTIKAN sendiri..untuk Operasi kecil Gigi gusi akhir saya membutuhkan biaya RM. 400 tahun 2006 yang lalu.
Oleh karena itu,saya mengusulkan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk Membuat sebuah Rumah Sakit Skala kecil di setiap Kedutaan Besar Republik Indonesia maupun KJRnya,agar supaya TKI  mendapatkan Biaya Perawatan dengan MURAH tetapi berkualitas. 
Dan tentang hal ini BISA bekerja sama dengan IDI ataupun Tim Kesehatan dari Militer maupun Pembentukan KSR ataupun TSR sebagai Tenaga Sukarela,yang juga Bermaksud sebagai salah satu Program dari Bagian Kesehatan ( lihat dalam Bagan/struktur Pengurus Organisasi Satu Kesatuan(1st) yang lalu). 
Serta dimungkinkan adanya Bantuan dari keluarga Saya melalui Keluarga Prof.Dr. Yogiarto dan Prof.Dr. Beni Huwae serta Mas Yuli,yang juga merupakan Ajudan Tim Kesehatan Keluarga Kepresidenan Republik Indonesia.

Dan apakah memungkinkan apabila dalam Pembayaran Asuransi untuk TKI skala menengah kebawah ADA Asuransi Jiwa dan Asuransi pendidikan anak2x ataupun Asuransi untuk Pensiun?.
Serta apakah MUNGKIN apabila Nomer Paspor SAMA DENGAN No. Account Tabungan yag dikeluarkan oleh Bank yang Mempunyai Tugas seperti pada Penjelasan Program yang lalu.

Hal ini BERTUJUAN untuk mengurangi SISTEM yang BERKENAAN dan BERKAITAN dengan MANUSIA dan juga untuk mengurangi Biaya Pembuatan Dokumen dll dari Luar Negara.
Belum Lagi Gadai dan Koperasi juga diharapkan Berjalan.

Serta tentang BP2TKI dan BP3TKI,Dimungkinkan/diperlukan adanya Pembelian/Penyewaan Insfrastruktur untuk Menunjang adanya Program seperti Program RPTC di Luar Negara. Sehingga apabila terjadi penangkapan terhadap Kes Kosong (Bukan Kriminal),BISA langsung ditempatkan di RPTC tersebut,BUKAN DITAHAN atau DIPENJARA.  Karena Proses2x tersebut BISA mengakibatkan Traumatik tertentu dimasa yang akan datang.

Untuk itu Saya ucapkan banyak terima kasih Pak dan Ko Halim.

Wassalammu'alaikum wr wb

Untuk Mas Dhani dan Mas Anang

KIBLAT

Barat...arahku
Menatap...bersujud...menengadahkan tangan
Merendahkan diri untuk berampunkan dosa
Beralaskan tanah....beratapkan harapan

Kanan...hatiku
Doa senjataku...Zikir pelindungku
Sholat tiangku.....Sedekah harapan kalbuku
Puasa...tali nafsuku

Ghaib...percayaku
Malaikat...pelindungku
Nabi...petunjukku
Al-Quran...pedoman hidupku

Ya Allah....Tunjukkan Hidupku
Ya Allah....Bersihkan Hatiku
Ya Allah....Dekatkan Padaku
Ya Allah....Jauhkan Dariku